Rifqyshindy’s Blog

HIpertensiva (Darah Tinggi)

Posted by: rifqyshindy on: Februari 10, 2009

HIPERTENSIVA

Jantung kita sering kali disamakan dengan suatu pompa yang menyalurkan cairan (darah) melalui pipa elastis (pembuluh) ke wadah (organ) dan kemudian kembali.

Bila jantung menguncup maka darah dengan cepat masuk kepembuluh nadi besar (aorta) dengan tekanan agak tinggi. Dari sini darah dalirkan berangsur-angsur kedalam arteri dan pembuluh kecil lainnya.

HIPRTENSI merupakan suatu faktor risiko untuk terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah (PJP)

Ginjal memegang peranan penting dalam pada pengaturan tingginya TD
Dikarnakan TD pada ginjal menurun, sehingga menstimulasi ginjal untuk melepaskan hormon aldosteron oleh anak hinjal dengan sifat retensi garam dan air. Akibatnya adalah volume darah dan TD tidak normal lagi.

Masih ada beberapa faktor fisiologi yang mempengaruhi TD yakni :

Hemoglobin

Posted by: rifqyshindy on: Februari 10, 2009

Hemoglobin
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Struktur 3-dimensi hemoglobin

Hemoglobin adalah metaloprotein pengangkut oksigen yang mengandung besi dalam sel merah dalam darah mamalia dan hewan lainnya. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi.

Mutasi pada gen protein hemoglobin mengakibatkan suatu golongan penyakit menurun yang disebut hemoglobinopati, di antaranya yang paling sering ditemui adalah anemia sel sabit dan talasemia.

Struktur

Pada pusat molekul terdapat cincin heterosiklik yang dikenal dengan porfirin yang menahan satu atom besi; atom besi ini merupakan situs/loka ikatan oksigen. Porfirin yang mengandung besi disebut heme. Nama hemoglobin merupakan gabungan dari heme dan globin; globin sebagai istilah generik untuk protein globular. Ada beberapa protein mengandung heme, dan hemoglobin adalah yang paling dikenal dan paling banyak dipelajari.
Gugus heme

Pada manusia dewasa, hemoglobin berupa tetramer (mengandung 4 subunit protein), yang terdiri dari masing-masing dua subunit alfa dan beta yang terikat secara nonkovalen. Subunit-subunitnya mirip secara struktural dan berukuran hampir sama. Tiap subunit memiliki berat molekul kurang lebih 16,000 Dalton, sehingga berat molekul total tetramernya menjadi sekitar 64,000 Dalton. Tiap subunit hemoglobin mengandung satu heme, sehingga secara keseluruhan hemoglobin memiliki kapasitas empat molekul oksigen:

Reaksi bertahap:

* Hb + O2 HbO2
* HbO2 + O2 Hb(O2)2
* Hb(O2)2 + O2 Hb(O2)3
* Hb(O2)3 + O2 Hb(O2)4

Reaksi keseluruhan:

* Hb + 4O2 -> Hb(O2)4

Kaitkata: ,

Psikotropika nih

Posted by: rifqyshindy on: Februari 10, 2009

http://jan-bnn.blogspot.com/search/label/psikotropika

Kamis, 2008 Desember 18

SHABU, Ice, Crystal…


Apakah itu?
Shabu, seperti halnya ekstasi tergolong ATS (Amphetamine Type Stimulants) yang memacu kerja otak. Shabu adalah istilah gaul untuk methamphetamine. Dibuat oleh pabrik gelap sebagai bahan sintetis (bahan kimia murni). Berupa bubuk, tablet atau kristal bening.

Bagaimana Penyalahguna memakainya?
Ditelan, dihirup melalui hidung, dirokok atau disuntikkan.

Bagaimana Pengaruhnya pada Pemakai?
Shabu menimbulkan rasa nyaman pada pemakainya, juga rasa gembira (euphoria) dan menyenangkan. Semangat meningkat, sehingga ditanggapi pemakainya sebagai peningkatan kinerja. Rasa lapar dan lelah tertunda.

Apakah Bahaya Pemakaian Shabu?
Segera setelah pemakaian, selera makan hilang, dan pernapasan menjadi cepat. Denyut jantung dan tekanan darah meningkat. Suhu tubuh meningkat sehingga tubuh berkeringat. Dengan dosis besar, pemakainya akan gelisah, tidak dapat diam, dan dapat mengalami serangan panik.
Jika dosis berlebihan dapat menyebabkan kejang-kejang, dan kematian, karena terhentinya pernapasan, stroke atau gagal jantung. Pemakaian shabu jangka panjang dapat menyebabkan kurang gizi, berat badan turun, dan ketergantungan psikologis, Jika pemakaiannya dihentikan, akan diikuti tidur untuk waktu lama, kemudian depresi (rasa murung).

Bahaya Lain
Pemakaian shabu kadang-kadang memicu agresivitas, kekerasan dan perilaku aneh.

Ekstasi,XTC, Inex, ADAM, Clarity, E.

Apakah itu?
Ekstasi adalah bahan psikoaktif yang bersifat stimulan (memacu kerja otak). Biasanya dibuat oleh pabrik gelap, sehingga sebutan ekstasi tidak lagi mengacu pada satu bahan tertentu, tetapi banyak bahan yang berpengaruh sama pada pemakainya.
Biasanya berupa tablet, dengan aneka bentuk dan ukuran. Dapat juga berupa bubuk atau kapsul.
Bagaimana Penyalahguna memakainya?
Biasanya ditelan, tetapi dapat juga dihirup atau disuntikkan.
Bagaimana Pengaruhnya pada Pemakai?
Ekstasi meningkatkan empati dan keakraban terhadap orang-orang lain. Pemakai merasa menjadi lebih mudah bergaul dan bersemangat.
Apakah Bahaya Pemakaian Ekstasi?
Segera setelah memakai ekstasi, aktivitas mental-emosional meningkat karena terjadi perubahan faal tubuh. Terjadi dehidrasi atau tubuh kepanasan dan kekurangan cairan, pusing, dan lelah. Sistem organiknya tidak dapat mengendalikan suhu tubuh. Ekstasi juga merusak organ-organ tubuh, seperti hati dan ginjal. Dapat terjadi kejang dan gagal jantung.
Dosis besar ekstasi menyebabkan gelisah, tidak dapat diam, cemas, dan halusinasi. Pemakaian ekstasi jangka panjang dapat merusak otak, bahkan menimbulkan depresi, gangguan daya ingat, dan psikosis atau gangguan jiwa.
Bahaya Lain
Tablet atau pil ekstasi dapat mengandung bahan-bahan lain yang sangat berbahaya, yang berbeda pengaruh dan kekuatannya,

Narkotika itu >>>

Posted by: rifqyshindy on: Februari 10, 2009

NARKOTIKA :

Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Narkotika terdiri dari 3 golongan :
<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Heroin, Kokain, Ganja.

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Morfin, Petidin.

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Golongan III : Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Codein.

Kaitkata:

Tanda-tanda Pemakai Drugs

Posted by: rifqyshindy on: Februari 10, 2009

Efek narkotika tergantung kepada dosis pemakaian, cara pemakaian, pemakaian sebelumnya dan harapan pengguna. Selain kegunaan medis untuk mengobati nyeri, batuk dan diare akut, narkotika menghasilkan perasaan “lebih membaik” yang dikenal dengan eforia dengan mengurangi tekanan psikis. Efek ini dapat mengakibatkan ketergantungan. tanda tanda fisik, dapat dilihat dari tanda – tanda fisik si pengguna, seperti :

 


   1. mata merah
  2. mulut kering
   3. bibir bewarna kecoklatan
   4. perilakunya tidak wajar
   5. bicaranya kacau
   6. daya ingatannya menurun

Ada pun tanda – tanda dini anak yang telah menggunakan narkotik dapat dilihat dari beberapa hal antara lain :

   1. anak menjadi pemurung dan penyendiri
   2. wajah anak pucat dan kuyu
   3. terdapat bau aneh yang tidak biasa di kamar anak
   4. matanya berair dan tangannya gemetar
   5. nafasnya tersengal dan susuh tidur
   6. badannya lesu dan selalu gelisah
   7. anak menjadi mudah tersinggung, marah, suka menantang orang
      tua

Ciri umum anak pengguna narkoba

Ciri Umum Anak Pengguna Narkoba :

  1. Merokok pada usia remaja dini

  2. Cenderung menarik diri dari acara keluarga dan lebih senang mengurung dikamar

  3. Bergaul dengan teman hingga larut malam bahkan jarang pulang kerumah

  4. Sering bersenang-senang di pesta, diskotek maupun kumpul di mall

  5. Mudah tersinggung, egois, dan tidak mau diusik oleh orang tua atau keluarga

  6. Menghindar dari tanggung jawab yang sesuai, malas menyelesaikan tugas rutin dirumah

  7. Prestasi belajar menurun, sering bolos atau terlambat kesekolah

  8. Perilaku mulai menyimpang seperti kenakalan remaja, mencuri, pergaulan seks bebas dan berkelompok dengan teman yang suka mabuk-mabukan
Kaitkata: ,

JENIS-JENIS PSIKOTROPIKA

Posted by: rifqyshindy on: Februari 10, 2009

Jenis-Jenis Psikotropika

Psikotropika dibedakan menjadi 4 golongan, yaitu:

  1. Psikotropika yang tidak digunakan untuk tujuan pengobatan dengan potensi ketergantungan yang sangat kuat, contoh: LSD, MDMA dan mascalin.

  2. Psikotropika yang berkhasiat terapi tetapi dapat menimbulkan ketergantungan seperti amfetamin.

  3. Psikotropika dari kelompok hipnotik sedatif, seperti barbiturat. Efek ketergantungannya sedang.

  4. Psikotropika yang efek ketergantungannya ringan, seperti diazepam, nitrazepam.
Kaitkata: ,

 

Januari 2012
S S R K J S M
« Feb    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.